Air

September 20, 2008

Kita semua pasti setuju bahwa air adalah harta. Bahkan harta yang sangat berharga. Buktinya akan terlihat bila kita sedang membutuhkan air. Contohnya minum ketika haus. Bagaimana kalau nggak ada air minum? Ya tentu kita akan membeli air minum dalam kemasan. Islam juga sangat perhatian dalam masalah ini. Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam memerintahkan umatnya agar tidak boros menggunakan air meskipun pada saat air sedang melimpah. Sampai dalam perkara ibadah pun tetap ditekankan. Beliau biasa wudhu dan mandi wajib dengan air yang sedikit.

Di antara kita mungkin pernah melihat keran kamar mandi atau di tempat lain ada yang sudah rusak. Kerannya memang bisa dibuka dan ditutup, tapi kalau sudah dalam posisi tertutup kadang masih ada air yang selalu keluar terus menerus. Kalau baknya sudah penuh, airnya akan meluber tumpah dan terbuang percuma. Biasanya timbul rasa malas untuk memperbaiki keran tersebut. Hendaknya kita sedikit merenungkan hal berikut. Dikira-kira dalam waktu 24 jam air yang terbuang bisa mencapai satu meter kubik. Seandainya dalam satu rumah saja air yang terbuang sebanyak itu, maka dalam waktu setahun kita sudah membuang air sebanyak 360 meter kubik. Itu baru satu rumah, bagaimana kalau satu RT, kelurahan, kecamatan, kabupaten dan seterusnya sampai negara bahkan dunia? Sungguh pemborosan skala besar dan tidak bisa dibayangkan!

Tanpa sengaja kulihat sebuah iklan di televisi yang intinya tentang gagasan membuat lingkungan bersih dari sampah. Iklan tersebut memperlihatkan bagaimana menyelesaikan suatu masalah yang kelihatannya sulit namun dapat dipecahkan dengan cara yang sederhana. Yaitu seandainya satu orang saja memungut satu sampah yang ada di dekat dia, maka banyak sampah yang akan terkumpul jika setiap orang mau melakukan hal yang demikian. Otomatis lingkungan akan menjadi bersih dari sampah. Nah, masalah air sebelumnya juga bisa diselesaikan dengan cara demikian. Kesadaran menghargai lingkungan seharusnya benar-benar ditanamkan pada diri kita. Dimulai dari diri sendiri, keluarga, tetangga, teman dekat lalu teman jauh, masyarakat dan kemudian negara.

Terakhir, mumpung sekarang ini sudah musim kemarau (di pulau Jawa), kesadaran penghematan air harusnya lebih digalakkan lagi. Tidakkah kita merasa iba melihat saudara kita mengalami kekeringan semisal di Gunung Kidul sana? Di satu sisi kita membiarkan air terbuang sia-sia, di sisi lain masyarakat sedang kekurangan air. Berjalan menuju sumber air yang jauhnya berkilo-kilo, membawa beban berkilo-kilo juga, manaiki bukit, menuruni lembah, hanya demi mendapatkan seember atau segentong air. Mana rasa syukur kita kepada Sang Pencipta air itu sendiri? Bentuk rasa syukur itu tidak hanya dengan pembenaran hati, perlu tindakan sebagai pembuktiannya. Contohnya dengan tidak membiarkan tetesan air yang terbuang sia-sia. Akhir kata, semoga kita berada di antara hamba-hambaNya yang bersyukur…

Tags: ,



4 Responses to “Air”

  1.   Vikram Singh Says:

    “Air adalah amanah, bijaklah dalam memakainya” qoute dari tempat wudhu’nya musholla teknik UGM ^,^… Ada ide sih, gimana caranya spy kita bisa make air bekas mandi kita buat flush WC, pasti yang berubah desain kamar mandinya juga tuh, biar ga pake pompa, elevasi WC-nya ditaruh dibawah elev lantai kamar mandi, piye….??? another ideas?

    Reply:
    weh, kirain vikram singh nih siapa? masak ada orang india bisa nyasar ke blogku… :mrgreen:
    klo di tempat wudhu smaku dulu bunyinya gini, ‘tutuplah keran dengan rapat’ trus ada yang komen: jadi klo mau nutup keran mesti rapat dulu… :D

    Ada ide sih, gimana caranya spy kita bisa make air bekas mandi kita buat flush WC, pasti yang berubah desain kamar mandinya juga tuh, biar ga pake pompa, elevasi WC-nya ditaruh dibawah elev lantai kamar mandi, piye….???

    jadi klo habis buang ehm,,, air besar gitu nyiramnya nunggu kita mandi ya biar air sisa kita mandi buat ngguyur WC-nya? kayaknya kita nggak membiarkan kotoran terlalu lama ‘menggenang’ di WC… :roll:

  2.   Melati Says:

    Bukannya klo aer bekas mandi itu mengandung sabun yang bisa membunuh bakteri (ato apalah namanya) yang mengurai kotoran… (keknya siy…)

    Reply:
    hmmm klo cuma sabun mandi keknya nggak deh. yg bisa membunuh bakteri kotoran itu sejenis karbol (pembersih lantai)… cmiiw

  3.   Vikram Singh Says:

    @her: kan ada kontainernya, duh kek wc duduk itu lho
    @mel: iya juga sih, sabun bisa nambah pH air, jadi basa, bakteri bisa mabuk juga, mungkin perlu penetral, jadi dikasi air lemon sebelum flush, tapi yg otomatis gitu, ngga perlu meres jeruk dulu di kamar mandi :P

    Reply:
    kayak soto donk pake peresan jeruk nipis :mrgreen:

  4.   nadiYYah Says:

    wah aku baru tau ada nama vikram singh dan tnyata yg punya nama itu orang india (liat di google hihi).. wah ktauan deh yg nulis rajin nonton pelem india ahhhahahahah :mrgreen:

    Reply:
    hahahaha juga, tauk tu vikram, eh fikri :mrgreen:

Leave a Reply